Istilah online seakan sudah melekat dalam jati diri masyarakat dunia. Internet bukan lagi sesuatu yang mewah karena akses terhadap ‘dunia lain’ di luar sana menjadi sangat mudah, sehingga kebutuhan yang bisa dicapai di dalamnya juga sangat beragam. Salah satu perkembangan internet yang sangat dimaksimalkan potensinya bisa kita lihat dari segi bisnis, dan contoh kecilnya adalah jual-beli online seperti yang ada di https://www.lazada.co.id/, di mana perkembangan sistem jual-beli online tersebut pun sudah sangat pesat terjadi di Indonesia secara khusus.
Melihat ke masa lampau, sekitar awal tahun 2000-an, internet masihlah sesuatu yang ‘wah’ di Indonesia. Tidak banyak orang yang menggunakannya, bahkan tidak banyak yang tahu apa itu internet. Setelah beberapa tahun perkembangannya dan dipermudah akses terhadapnya, netizen Indonesia mulai melek akan teknologi ini dan mulai memanfaatkan potensi bisnis di dalamnya. Salah satu contoh nyata yang terjadi dari segi bisnis di Indonesia adalah perkembangan jual-beli online di Indonesia yang beriringan berkembangnya dengan perkembangan internet itu sendiri.
Dalam waktu yang relatif singkat, perkembangan jual-beli online di Indonesia sudah sangat pesat. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya berbagai macam toko online di Indonesia seperti Lamido Indonesia dan beberapa toko online lainnya yang sudah memiliki reputasi baik oleh pelanggan. Memang harus diakui bahwa pada tahap awal berkembangnya jual-beli online di Indonesia, kerap terjadi berbagai penipuan seperti tidak sampainya barang ke tempat tujuan pemesanan meski biaya produk yang dibeli sudah digelontorkan.
Hal tersebut awalnya membuat adanya ketidakpercayaan bagi pelanggan Indonesia untuk melakukan aktivitas jual-beli secara online. Kemudian, berbagai toko online yang sudah ‘online’ dan bisa diakses oleh pelanggan harus mati-matian mengembalikan kepercayaan masyarakat agar kembali percaya membeli produk di toko online tersebut. Selain itu juga, dukungan pihak ketiga dan teknologi canggih di masa sekarang ini membuat transaksi online menjadi lebih aman. Juga, reputasi baik yang dibangun oleh para pengusaha toko online menjadi salah satu jalan mengapa jual-beli online di Indonesia menjadi sangat populer.
Dewasa ini, sudah banyak toko online terpercaya dengan beragam produk yang bisa Anda manfaatkan untuk membeli kebutuhan Anda. Beberapa toko online juga menyediakan fasilitas khas dalam menjual produknya, seperti adanya diskon dalam minimal biaya pembelian, adanya fasilitas pengiriman gratis ke alamat Anda, juga adanya fasilitas bayar di tempat.
Beberapa jenis E-commerce
1. Classifieds / Daftar Iklan Baris
Bentuk bisnis yang pertama adalah classifieds atau daftar iklan baris. Bentuk bisnis ini merupakan bentuk yang paling sederhana dari usaha e-commerce yang ada. Itu karena bentuk bisnis ini mempunyai ciri khas dimana penyedia jasa e-commerce tidak terlibat secara langsung dalam proses jual beli yang terjadi. Dalam bentuk bisnis ini, pihak perusahaan e-commerce hanya menjadi media yang mempertemukan antara penjual dan pembeli dalam satu tempat.
Ciri-ciri dari bentuk bisnis classifieds atau daftar iklan baris adalah web penyedia layanan e-commerce tersebut sama sekali tidak terlibat atau memfasilitasi secara langsung transaksi jual beli online yang berlangsung. Ciri yang kedua adalah dalam memanfaatkan layanan e-commerce tersebut, siapa saja yang ingin menjual barang yang dimilikinya bebas melakukan hal tersebut kapan dan dimana saja secara online. Ciri lain dari bentuk ini adalah pihak e-commerce mendapatkan keuntungan dari iklan premium yang terpasang pada website tersebut.
Penyedia layanan e-commerce di Indonesia yang menggunakan bentuk bisnis ini antara lain Berniaga, TokoBagus dan juga OLX. Hingga saat ini OLX menjadi jaringan perusahaan e-commerce yang terlama yang ada di Indonesia dan masih tetap eksis hingga saat detik ini. Selain ketiga e-commerce tersebut, Kaskus FJB (forum jual beli) pada dasarnya juga menganut bentuk bisnis ini karena selama proses transaksi pihak Kaskus sendiri tidak memberikan keharusan bagi para penjual atau pembeli menggunakan layanan transaksi apapun yang mereka sediakan. Dalam sistem pembayarannya pun, para penggiat Kaskus FJB banyak yang menggunakan metode COD atau cash on delivery. Secara umum tipe e-commerce ini lebih cenderung digunakan oleh para penjual yang hendak menjual barang bekas atau yang jumlahnya terbatas.
2. Marketplace C2C (Customer to Customer)
Yang membedakan antara bentuk bisnis ini dengan bentuk classifieds adalah selain menawarkan tempat sebagai media promosi barang daganganya, pihak e-commerce juga memberikan layanan metode pembayaran dari transaksi online yang dilakukan. Hal tersebut juga menjadi ciri utama dari bentuk bisnis e-commerce Marketplace C2C. Pada umumnya pihak e-commerce akan memberikan layanan Escrow atau rekening pihak ketiga.
Fungsi dari Escrow tersebut adalah sebagai jembatan antara penjual, pembeli dan pihak e-commerce. Jika sudah terjadi kesepakatan pembelian, pembeli harus mentransfer dana kepada pihak escrow. Baru setelah dana dikonfirmasi masuk ke escrow, penjual bisa mengirimkan barangnya para pembeli. Dan setelah pembeli mengkonfirmasi kedatangan barang, maka pihak escrow akan memberikan uang nya ke penjual. Selain lebih aman, dengan menggunakan jasa escrow jika tiba-tiba terjadi masalah dengan barang, dana akan bisa segera dikembalikan pada pembeli. Pada situs Kaskus FJB (forum jual beli), jasa escrow lebih dikenal dengan nama Rekber atau rekening bersama.
Perusahaan e-commerce yang mengadopsi bentuk bisnis ini antara lain Tokopedia dan Lamido. Perusahaan tersebut akan mendapatkan keuntungan dari sistem iklan premium dan juga adanya komisi dari jasa escrow. Bagi anda para penjual yang memiliki barang dengan jumlah yang cukup banyak, bisa mencoba menjadi penjual para bentuk bisnis e-commerce yang satu ini.
![]() |
3. Shopping Mall
Bentuk bisnis e-commerce Shopping Mall, semua proses serta layanannya kurang lebih sama dengan bentuk bisnis Marketplace C2C yang membedakan antara keduannya adalah penjual yang ada pada e-commerce tersebut. Pihak yang bisa masuk menjadi penjual di e-commerce tersebut hanyalah brand-brand besar yang telah mempunyai nama di pasar lokal atau pun internasional.
Untuk masuk pun membutuhkan proses verifikasi yang tidak mudah. Dari segi keuntungan, pihak ecommerce bisa menarik komisi dari penjual yang notabenenya brand besar tersebut. Dengan begitu pendapatannya pun bisa lebih besar. Hingga saat ini, di Indonesia bentuk bisnis ini baru diterapkan oleh satu e-commerce yaitu Blibli.
4. Toko online B2C (Business to Consumer)
Pada dasarnya bentuk bisnis ini lebih berfokus pada penjualan barang atau produk milik perusahaan e-commerce itu sendiri. Sehingga semua keuntungan dari penjualan produk murni dimiliki oleh perusahaan e-commerce dan tidak dibagi dengan pihak lain.
Jenis bisnis ini merupakan salah satu bentuk yang paling berkembang di Indonesia, namun dalam pengembangan bentuk bisnis ini tentunya juga tidak mudah. Selain diperlukan modal yang sangat besar, ketersediaan pasokan barang serta sistem penjualan semuanya harus dihandle sendiri oleh pihak e-commerce.
Beberapa perusahaan e-commerce yang menerapkan bentuk bisnis ini antara lain Lazada, Bhineka, dan Berry Benka. Namun seperti halnya Lazada juga masing memiliki sistem layaknya Marketplace C2C yang dapat menerima penjual mandiri yang memiliki barang yang cukup banyak dan terjamin ketersediannya.
5. Sosial Media Shop
Bentuk bisnis e-commerce yang terakhir adalah sosial media shop. Bentuk ini bisa dikatakan muncul seiring perkembangan sosial media yang makin menanjak. Potensi dari sosial media tersebut kini dimanfaatkan langsung oleh perusahaan e-commerce dengan membangun bisnis yang berbasis pada sosial media tersebut.
Saat ini sosial media yang menjadi lahan utama perkembangan bentuk bisnis ini masih didominasi oleh Facebook, namun dengan pergesaran tren sosial media yang terjadi akhir-akhir ini juga telah membuka pesaing baru seperti Instagram dan juga Twitter.
E-commerce di Indonesia yang menyediakan bentuk bisnis ini adalah Onigi. Keuntungan dari bentuk ini adalah dari segi pemanfaatan banyaknya konsumen yang berasal dari sosial media tersebut dan juga kemudahan dalam pembuatannya.
Dengan lebih mengenal bentuk bisnis ecommerce tersebut, bisa menjadi tambahan informasi terutama bagi anda yang berniat menjadi penjual online. Memilih jenis ecommerce yang tepat akan membantu bisnis yang anda jalankan berkembang lebih pesat dan akhirnya mendatangkan keuntungan yang lebih besar tentunya.
Sebagaimana teknologi memang harus dimanfaatkan dengan baik dan semaksimal mungkin, fasilitas jual-beli online melalui internet juga harus dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat menguntungkan bagi produsen online dan konsumen. Dan harus diakui, aktivitas jual-beli online memang di satu segi memiliki banyak kelebihan. Anda bisa lebih menghemat waktu karena Anda tidak harus membuang waktu ke toko fisik yang ada di Mall atau pun pusat perbelanjaan lain.
Melalui aktivitas jual-beli online, Anda bisa menjual produk atau pun membelinya melalui komputer yang tersambung dengan internet di rumah Anda. Anda juga bisa menghemat biaya sewa tempat dan pajak ketika membuka toko fisik untuk menjual produk Anda. Anda juga bisa menghemat waktu dan tenaga serta ‘ongkos’ (bahan bakar/ongkos transportasi umum) jika Anda belanja ke pusat perbelanjaan. Toko online bisa menjadi alternatif untuk melakukan aktivitas jual-beli online.
sekian pembahasan kita tentang perkembangan teknologi informasi di bidang pemasaran semoga bermanfaat.
TERIMA KASIH






Tidak ada komentar:
Posting Komentar